
Studi Kasus
ERP manufaktur custom untuk fabrikasi logam
Sebuah perusahaan fabrikasi logam di Indonesia membutuhkan satu sistem yang bisa mengikuti alur kerja pabriknya dari ujung ke ujung. Kami membangun ERP manufaktur custom berbasis web agar sales, gudang, produksi, purchasing, dan finance bergerak dari data yang sama.
- Industri
- Fabrikasi logam
- Implementasi
- Custom Software

- Klien: Perusahaan fabrikasi logam (dirahasiakan atas permintaan klien)
- Durasi pengembangan: 3 bulan
- Teknologi: Laravel 11, PHP 8.3, Filament 3, Livewire 3, Tailwind CSS 3, MySQL
Masalah yang perlu diselesaikan
Rekap stok butuh minimal satu hari kerja penuh, dan hasilnya masih sering salah. Di lapangan, tim harus mengandalkan Excel, kartu stok manual di gudang, dan kartu produksi manual di pabrik untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Tidak ada sistem existing sama sekali. Akibatnya, pekerjaan antar divisi saling tumpang tindih, prosedur tidak seragam, dan stok opname harus dilakukan setiap bulan untuk mengoreksi selisih.
Kenapa pendekatan ini dipilih

Pendekatan custom dipilih karena ada bagian proses yang tidak punya padanan pas di ERP standar. Yang paling menonjol adalah subkontrak finishing dengan lima model harga, uji sampel ke laboratorium eksternal, amandemen sales order berversi, serta pembatasan akses per gudang dan per aksi untuk 36 user.
Bagi tim pabrik, nilai utamanya bukan sekadar punya software baru. Nilainya ada pada alur yang mengikuti cara kerja nyata, termasuk 15 gudang, 2 plant, reservasi stok, dan perpindahan data yang otomatis masuk ke jurnal.
Solusi yang dibangun
Kami membangun satu ERP web based yang menyatukan penjualan, gudang, produksi, pembelian, dan finance dalam satu alur kerja.

-
Sales bisa mengecek stok langsung dari halaman sales order, lalu sistem akan mengunci stok yang sudah dijanjikan supaya tidak dipakai order lain.
-
Work order dan batch produksi berjalan dari bill of material, lalu hasil produksi dipisah menjadi Good, Reject, dan Remainder agar sisa bahan kembali tercatat ke stok.
-
Subkontrak finishing dibuat dari batch yang sedang berjalan, jadi pekerjaan luar pabrik tetap mengikuti konteks produksi yang sama.

Pekerjaan finishing di luar pabrik tetap terhubung ke nomor produksi, sampai berat yang dikirim dan yang kembali. -
Jurnal akuntansi terbentuk otomatis dari peristiwa operasional, sehingga tutup buku tidak perlu menunggu rekap manual.
-
Stok historis per tanggal bisa diekspor untuk audit, jadi opname tidak harus dilakukan setiap bulan.
-
Uji sampel ke laboratorium eksternal dicatat sebagai dokumen tersendiri, sehingga sampel yang keluar dan yang kembali tetap terbaca dari stok.

Pengiriman sampel ke laboratorium eksternal dicatat sebagai dokumen tersendiri, lengkap dengan sisa yang belum kembali. -
Scan barcode dari HP di lantai gudang membantu tim cek stok tanpa pindah ke perangkat lain.
Dampak setelah digunakan
- Posisi stok diketahui seketika, dari sistem.
- Order diproses lewat sistem rata-rata 120 order per bulan.
- Frekuensi stok opname menjadi 6 bulan sekali.
- Tutup buku bisa langsung dilakukan, karena setiap aksi operasional sudah terhubung ke akuntansi.
- Pengguna aktif mencapai 36 user di 15 gudang dan 2 plant.
Punya masalah yang mirip?
Kalau Anda sedang menilai apakah bisnis Anda lebih cocok memakai software custom, Odoo ERP, atau kombinasi keduanya, kami bisa bantu memetakan pendekatannya.